Sunday, March 24, 2013

KISAH PERANGKAP TIKUS

بسم الله الرحمن الرحيم
 Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
اللهم صل على محمد وآل محمد




Sepasang suami dan isteri petani pulang kerumah setelah berbelanja di pasar. Ketika mereka membuka plastik barang-barang , seekor tikur memperhatikan : "hmmm...makanan apa agaknya yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus terkejut bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus....!"

Ia berjumpa ayam dan berteriak " ada perangkat tikus". Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tiada kaitan dengan diriku".

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata " Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang boleh aku lakukan"

Tikus lalu menemui Lembu. Ia mendapat jawapan sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya pada aku sama sekali!"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak boleh menyakitkan diriku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui bahawa ia akan terpaksa menghadapi bahayanya sendirian.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar bunyi kuat perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Ular yang terperangkap semakin ganas dan tiba-tiba menyerang isteri pemilik rumah.

Si suami membawa isterinya ke hospital dan beberapa hari kemudian isterinya sudah boleh pulang namun kemudian isterinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sup ayam. Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Ramai sekali orang datang menziarah, sehingga sang Petani tadi harus menyembelih lembunya untuk memberi makan kepada tetamu yang datang melawat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Jadi, sekadar renungan di hujung minggu ini...JIKA SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGANGGAP ITU BUKAN URUSAN ANDA...FIKIRKANLAH SEKALI LAGI!- datuk dr maznah hamid
Post a Comment