Monday, April 27, 2015

Cermin-cermin Iman.

بسم الله الرحمن الرحيم Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh اللهم صل على محمد وآل محمد


.
●Cermin Pertama:
Jika nafsu syahwat datang bertubi-tubi dan begitu menguasai maka tengoklah kembali shalat-shalat yang telah berlalu, adakah ia telah berkualitas atau hanya rutinitas hambar semata? Ingatlah, Rabbuna berkata:
فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلاة واتبعوا الشهوات فسوف يلقون غيا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam: 59)
●Cermin Kedua:
Jika terasa didapati hati begitu mengeras, jauh dari hidayah, akhlak buruk mendominasi lalu datang pula kesempitan, maka tengoklah kembali kualitas hubungan diri dengan orang tua terutama sang bunda. Ingatlah Rabb kita berkata:
وبراً بوالدتى ولم يجعلنى جبارا شقيا
“Dan aku pun berbakti kepada ibuku, sehingga Allah tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32)
●Cermin Ketiga:
Jika kehidupan ini terasa begitu sempit dan menghimpit, penuh kegusaran dan kehampaan maka tengoklah kembali al-Qur'an, Kalam Rabb kita, adakah ia terlantunkan menghiasi hari-hari. Rabb kita berkata:
ومن أعرض عن ذكري فإن له معيشةً ضنكاً
“Dan siapa berpaling dari peringatanKu (Al-Qur’an) niscaya baginya sungguh penghidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
●Cermin Keempat:
Jika hari-hari masih terbata-bata dan tiada istiqamah meneguhkan diri di atas kebenaran maka tengoklah kembali nasehat-nasehat yang telah didengar, adakah ia telah teraplikasi dalam diri? Rabb kita berkata:
ولو أنهم فعلوا ما يوعظون به لكان خيراً لهم وأشد تثبيتا
“Dan sesungguhnya jikalau mereka mau menerapkan nasehat yang sampai kepada mereka, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan iman mereka.” (QS. An-Nisa : 66)
____
Diterjemahkan dan dikembangkan dari page al-Mus-haf al-Jami'
Fachriy Aboe Syazwiena
Post a Comment