Wednesday, May 4, 2016

Tingkatan ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh اللهم صل على محمد وآل محمد



Imam Ibnul Qayyim rahimahullaahu ta'ala berkata,
"Ilmu memiliki enam tingkatan :
📚1. Baik dalam bertanya.
📚2. Diam dan mendengarkannya dengan baik.
📚3. Memahami dengan baik.
📚4. Menghafalkannya.
📚5. Mengajarkannya.
📚6. Dan yang merupakan buah dari ilmu yaitu mengamalkannya dan memperhatikan batasan-batasannya."
(Miftaah Daaris Sa'aadah, I/511)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaahu ta'ala berkata,
"Hendaklah seorang penuntut ilmu mengamalkan ilmunya, baik secara aqidah, ibadah, akhlak, adab, dan muamalah. Semua ini merupakan buah dari ilmu dan hasil dari ilmu sendiri, kerana orang yang mempunyai ilmu bagaikan seseorang yang membawa senjata, boleh jadi senjata itu berguna bagi dirinya atau boleh jadi senjata tersebut membinasakan dirinya sendiri. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallaahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam,
'Al-Qur'an boleh menjadi hujjah (membela) kamu atau menjadi musuh bagimu.'
Menjadi pembela kamu jika kamu mengamalkan (ilmunya), dan menjadi musuhmu jika tidak mengamalkannya.'"
(Kitab Al-Ilmu, hal. 188)
Dari Jundub radhiyallaahu 'anhu, ia berkata,
Rasulullah Muhammad shallallaahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam bersabda,
"Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu yang memerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri."
(HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Kabiir, no. 1681, dan al-Khathib al-Baghdadi dalam al-Iqtidhaa', no. 70, Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir, no. 5837)
Post a Comment