Thursday, February 11, 2016

7 sebab kena belajar bahasa arab

بسم الله الرحمن الرحيم Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh اللهم صل على محمد وآل محمد



Wednesday, February 10, 2016

SOMETHING PERSONAL AND A LIFE LESSON

بسم الله الرحمن الرحيم Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh اللهم صل على محمد وآل محمد


 smile emoticon
So this past week I slipped. I was chatting with a close friend and mentioned how dull and dark she looked and asked her why? I am the kind of person who reflects later on what I spoke and I was literally so ashamed of saying what I did. Even though she is one of my closest friends.
We need to be careful with our tongue subhanAllah. Instead of basing our talks on "external factors" we need to concentrate on the internal. Shecould have looked dull or dark due to some tension or xyz reasons that I have no idea about and bluntly commenting on that even though I meant well WAS WRONG!
We need to shift our sentences from
"You look so fat you need to lose weight"
"Do something about your pimples"
"Omg you cannot have kids try doing this or that"
TO...
"You look lovely and so full of energy"
"You are such a good mother"
"You are such a good friend"
"You can do it"... the list is endless
Every person is WAY MORE AWARE of their imperfections than we think they are. And instead of highlighting them or mentioning them we need to ignore those things and look beyond.
Someone might be fat due to emotional eating or depression where food is the only comfort they find.
Someone might have pimples or are facing fertility issues due to some life long disease/hormonal imbalance and hardship we might have no idea about and they might have tried everything.
I did make an amendment and praised her next time about how good a mother she is and how her baby girl is lucky to have a mom like her.
Lets boost people up.
Lets praise them and the good they have instead of pointing out their flaws.
Lets make life a little easier for everyone.
This does not mean you should not counsel someone. But there needs to be a lot of hikmah and knack behind it. And it is always better to ignore such comments altogether.
As girls we "mostly" seem to talk alot. Sometimes we need to hold back and check what our tongues utter.
WHAT I WANT FROM YOU?
I want you to reflect upon recent conversations you had and if you made a slip just like me. If you did make amendments and go back and highlight and praise them for their good. And make sure you do not repeat it with her or someone else.

Adab-adab Berdoa Kepada Allah.

بسم الله الرحمن الرحيم Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh اللهم صل على محمد وآل محمد





Adab-adab Berdoa Kepada Allah.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,
Setelah kita memahami bahawa doa adalah senjata orang Mukmin dan do'a boleh merubah Qadha' dan Qadar, maka marilah kita meneliti pula adab-adab berdo'a supaya do'a yang kita sampaikan kepada Allah s.w.t di dengari-Nya dan dikabulkan-Nya. Terdapat beberapa perkara yang perlu difahami iaitu :
1. Kita hendaklah sungguh-sungguh yakin bahawa doa kita akan dikabulkan oleh Allah.
اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَـابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ
دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
Sabda Nabi SAW maksudnya : "Berdoalah kamu kepada Allah, sedangkan kamu benar benar yakin akan dikabulkan. Dan ketahuilah olehmu bahawa Allah SWT. tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak bersungguh-sungguh". (Hadis Riwayat Tarmizi dan Al Hakim - Hadis Hasan)
2. Hendaklah tekun dan tidak terburu buru.
لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَالَمْ يَدْعُ بِـإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ مَـالَمْ يَسْتَعْجِلْ ،
قِيْلَ يَارَسُوْلَ اللهِ فَمَا اْلإِسْتِعْجَالِ ؟ قَالَ: يَقُوْلُ قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَبْ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَـاءَ.
Sabda Nabi SAW. maksudnya.:" Akan dikabulkan doa hamba selagi ia tidak berdoa dengan dosa atau memutuskan sllaturrahim selama ia tidak isti'jaal. Lalu baginda ditanya:" Ya Rasulallah, apakah yang dikatakan lsti’jaal? "Jawab Nabi SAW :" Dia berkata: Sungguh aku telah berdoa tetapi tidak juga dikabulkan, lalu ia menyesal dan akhirnya ia tidak berdoa lagi." (Hadis Riwayat Imam Musllm)
3. Berdoa dalam semua keadaan:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيْبَ اللهُ لَـهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكُرْبِ ،
فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِى الرَّخَـاءِ.
Sabda Nabi SAW maksudnya : "Barangsiapa yang ingin agar Allah mengabulkan doanya ketika ia sedang susah, maka hendaklah ia memperbanyak doa ketika ia sedang hidup senang. (Hadis Sahih Riwayat Tarmidzi dan Al Hakim)
4. Tidak mengutuk keluarga dan hartanya:
لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ،
لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيْبُ لَكُمْ.
Sabda Nabi SAW maksudnya : "Janganlah kamu mengutuk dirimu, dan jangan pula mengutuk anak-anak kamu dan harta kamu (kerana) ada suatu masa yang jika bertepatan do'a kita pada waktu itu nescaya pasti Allah mengabulkannya. (Hadis Riwayat Imam Muslim)
5. Jangan memohon kepada selain Allah:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ لابْنِ عَبَّاٍس رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا: يَا غُلاَمُ ، إِنِّى أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ:
اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَـاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ ،
وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ.
Sabda Nabi SAW. kepada Ibnu Abbas maksudnya :" Wahai anakku, jlka engkau meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah. (Hadis Hasan Riwayat Tarmidzi)
6. Berdoa dengan suara yang sederhana:
Allah SWT berfirman maksudnya :
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengar merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (tentang yang diminta dan cara meminta). (Surah Al A’raf ayat 55)
Sabda Nabi SAW :
اِرْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، إِنَّكُمْ لاَ تَدْعُوْنَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًـا ،
إِنَّكُمْ تَدْعُوْنَ سَمِبْعًا بَصِيْرًا.
"Kasihanilah dirimu, sesungguhnya kamu tidak memohon kepada yang pekak dan ghaib, sesungguhnya kamu mohon kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Hadis Riwayat Imam.Bukhari dan Muslim)
7. Memohon dengan Al Asmaa-ul Husna:
Allah SWT berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ
Maksudnya : "Hanya milik Allah " asmaa- ul husnaa" itu, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husnaa itu dan tinggalkanlah orang orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama nama-Nya. (Surah Al A’raf ayat 180)
Rasulullah SAW. pernah mendengar seorang lelaki berdoa dalam tasyahhudnya:
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ يَااللهُ اْلأَحَـدُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَـهُ
كُفُوًا أَحَدٌ ، أَنْ تَغْفِرَلِى ذُنُوْبِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Ertinya: " Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah Yang Maha Esa lagi tempat meminta, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak serupa dengan seorang juapun, kiranya Engkau ampunilah segala dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". LaIu sabda Nabi: Sesungguhnya dia telah diampuni, sesungguhnya dia telah diampuni. (Hadis Sahih Riwayat Abu Daud, An Nasaai)
8. Mengaku berdosa:
Sabda Nabi s.a.w : Penghulu istighfaar ialah:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ،
أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى فَـإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Ertinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau telah menciptaku dan aku hamba-Mu, dan aku (terikat) dengan janji-Mu semampu yang aku boleh (laksanakan), aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan, aku mengakui bahawa semua nikmat yang Engkau berikan kepadaku adalah milikMu, dan aku mengakui terhadap dosa dosaku, oleh itu ampunilah aku, kerana sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali hanya Engkau". (Hadis Riwayat Bukhari)
Fadilatnya Penghulu Istighfar: Barangsiapa yang membacanya pada waktu siang dengan penuh keyakinan lalu dia mati sebelum petang maka ia termasuk ahli Syurga. Dan siapa yang membacanya pada waktu malam dengan penuh keyakinan lalu dia mati sebelum pagi maka ia termasuk ahli Syurga. (Hadis Riwayat Bukhari)
9. Jangan terikat dengan sajak dalam doa:
Ibnu Abbas menasihati sahabat-sahabatnya:
فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ فَإِنِّى عَهِدْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهَ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لاَ يَفْعَلُوْن إِلاَّ ذَلِكَ ؛
يَعْنِى لاَ يَفْعَلُوْنَ إِلاَّ ذَلِكَ اْلإِجْتِنَابُ.
Jauhilah sajak ketika kamu berdo'a, kerana Rasulullah dan para sahabatnya tidak melakukan perkara demikian. (Hadis Sahih Riwayat Imam Bukhari)
10. Berdoa dengan khusyu' dan merendah diri:
Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ (205)
Maksudnya : "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang orang yang lalai." (Surah Al A'raf ayat 205)
Allah SWT berfirman:
كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ(90)
Maksudnya : "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yanq khusyu' kepada kami." (Surah Al Anbiyaa' ayat 90)
11. Bertaubat dan menjauhkan diri dari segala bentuk dosa :
Rasulullah SAW. berkata tentang seorang lelaki yang mengangkat kedua tangannya ke langit, sambil berdoa:
يَارَبِّ يَارَبِّ ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذَّى بِالْحَرَامِ ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَـهُ.
"Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram, dan hidup bergelimang dengan perkara haram maka bagaimanakah do'a akan dikabulkan Allah? (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
12. Berdoa dengan amal soleh :
Agar doa kita segera dikabulkan oleh Allah s.w.t.. maka kita boleh berdo'a kepada-Nya sambil bertawassul dengan amal soleh yang pernah kita lakukan. Allah sangat suka kita menyebut-nyebut amal soleh kita kepada-Nya.
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim diceritakan tentang tiga orang yang masuk kedalam gua kerana hujan lebat. Mereka terkurung di dalamnya kerana batu besar yang jatuh dari atas gunung menutupi pintu gua tersebut. Mereka berdoa kepada Allah sambil menyebut-nyebut amal soleh masing masing. Doa mereka makbul dan akhirnya selamat keluar.
13. Mengulangi doa sebanyak tiga kali:
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim bahawa Abdullah Bin Mas'ud berkata: Baginda Rasulullah s.a.w jika berdoa, baginda berdoa sebanyak tiga kali, dan jika baginda memohon baginda memohon sebanyak tiga kali.
14. Bersalawat kepada Nabi SAW.:
Sabda Nabi SAW :
كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ.
Maksudnya : "Tiap- tiap doa akan terhalang sehingga dia bersalawat kepada Nabi SAW. (Hadis Hasan)
15. Menghadap Kiblat:
Dari Abdullah Bin Mas'ud r.a. katanya:
اِسْتَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ ، فَدَعَا عَلَى نَفَرٍ مِنْ قُرَيْشٍ.
Nabi Muhammad SAW. menghadap ke Ka'bah, lalu baginda berdoa mengutuk beberapa orang dari golongan Quraisy. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
16. Mengangkat kedua-dua tangan:
Abdullah Bin Omar r.a. berkata:
رَفَعَ النَّبِيُّ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) يَدَيْهِ فَقَالَ : اَللَّهُمَّ إِنِّى أَبْرَأُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ خَالِدٌ مَرَّتَيْنِ
Nabi Muhammad SAW. mengangkat kedua-dua tangannya, lalu baginda berdoa: "Ya Allah, aku berlepas diri kepada-Mu daripada apa yang dilakukan oleh Khalid (dua kali)." (Diriwayatkan oleh Al Bukhari)
Berkata Abu Musa:
ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ فَقَالَ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعُبَيْدِ أَبِى عَامِرٍ ، رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ.
Kemudian baginda Nabi SAW. mengangkat kedua-dua tangannya, lalu beliau berdoa: "Ya Allah, ampunilah dosa 'Ubaid Bin 'Amir, dan aku melihat keputihan ketiak baginda."(Hadis Riwayat Imam Bukhari)
17. Berwuduk sebelum berdoa:
Berkata Abu Musa r.a : " Sebelum 'Ubaid Abu 'Amir meninggal dunia, dia telah berpesan kepada aku agar aku menyampaikan salamnya kepada Nabi Muhammad s.a.w.. dan memohon do'anya agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Ketika pesanan tersebut aku sampaikan kepada baginda Rasul s.a.w lalu baginda menyuruhku agar mengambil sebekas air untuknya. Kemudian beliau berwudhu' dan mengangkatkan kedua-dua tangannya sambil berdo'a: "Ya Allah, ampunilah dosa 'Ubaid Abi 'Amir; dan aku melihat keputihan ketiak baginda. Baginda seterusnya berdoa:
:اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعُبَيْدِ بْنِ عَامِرٍ ، رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ ، ثُمَّ قَالَ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَوْقَ كَثِيْرٍ مِنْ خَلْقِكَ مِنَ النَّـاسِ.
"Ya Allah, ampunilah dosa 'Ubaid Abi 'Amir; dan aku melihat keputihan ketiak baginda. Baginda seterusnya berdo'a:" Ya Allah, jadikanlah dia pada Hari Kiamat sebagai orang yang mulia mengatasi kebanyakan makhluk-Mu."
Lalu akupun berkata: Mohon ampunan jugalah untuk aku ya Rasulullah.
Kemudian baginda berdoa:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ قَيْسٍ ذَنْبَهُ ، وَأَدْخِلْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُدْخَلاً كَرِيْمًا
"Ya Allah, ampunilah dosa dosa Abdullah Bin Qais (Abu Musa), dan masukkanlah dia ke dalam tempat masuk yang mulia pada Hari Kiamat. (Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
18. Berdoa sambll menangis:
Dari Abdullah Bin 'Amr Bin Al 'Ash RA, bahawa Nabi Muhammad SAW membaca ucapan Nabi Isa a.s..:
Ertinya: "Sekiranya Engkau seksakan mereka sesungguhnya mereka adalah hamba hamba—Mu, dan sekiranya Engkau ampuni mereka, sesungguhnya Engkau adalah Maha Mulia lagi Maha Bijaksana". (Surah Al Maidah ayat 118),
Lalu Nabi SAW. menganqkat kedua dua tangannya dan berdoa :
اَللَّهُمَّ أُمَّتِى أُمَّتِى ، (وَبَكَى)
" Ya Allah, umatku, umatku ", (sambil baginda menangis).
Selanjutnya Allah SWT berfirman kepada Jibril (as):
يَا جِبْرِيْلُ اِذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّـا سَنُرْضِيْكَ وَأُمَّتِكَ وَلاَ نَسُوْؤُكَ.
Maksudnya : "Hai Jibril, pergilah engkau kepada Muhammad, dan katakan kepadanya: " Sesungguhnya Kami akan meredainya dan umatnya, dan kami tidak akan menyusahkan kamu ". (Hadis Riwayat Muslim)
19. Berdoa sambil merendahkan diri:
Allah SWT. menceritakan tentang keadaan para Nabi ketika mereka memohon kepada-Nya, antaranya:
Maksudnya "Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: (" Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang".
(Surah Al Anbiyaa ayat 89)
Maksudnya : "Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah waris yang paling baik". (Surah Al Anbiyaa ayat 89)
20. Berdoa pada waktu waktu yang mustajab
Kita meyakini bahawa Allah SWT.. telah menetapkan beberapa waktu atau masa yang sangat baik jika kita berdoa didalamnya. Waktu waktu itu antara lain: Pada malam Lailatul Qadr, pada dua pertiga malam, setelah solat waktu dan lain lain.
Firman Allah SWT. yang bermaksud :
"Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang menderita apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghapuskan kesusahan, serta menjadikan kamu pengganti (umat-umat yang telah lalu) mendiami dan menguasai bumi? Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Amat sedikit antara kamu yang mengingati (nikmat Allah itu).
(Surah al-Naml ayat 62)
Sabda Nabi SAW yang bermaksud :
"Berdo'alah pada waktu mustajab do'a iaitu sewaktu pasukan tentera bertempur, waktu mendirikan solat dan ketika hujan turun".
(Hadis Riwayat Abu Daud).
Sabda Nabi SAW yang bermaksud, "Tiga bentuk doa yang dimustajabkan Allah; doa ibu bapa terhadap anak, doa orang yang berpuasa dan doa orang yang bermusafir."
(Hadis Riwayat Baihaqi)
Rasulullah SAW pernah ditanya:
أَيُّ الدُّعَـاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : جَوْفُ اللَّيْلِ اْلآخِـرِ وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَـةِ .
"Doa yang manakah yang paling didengar (diterima)? Jawab baginda: (Doa) akhir malam dan setelah solat wajib. (Hadis Riwayat Tarmizi – Sahih)
Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita mengikuti adab-adab ketika berdoa seperti yang tersebut di atas semoga, adab-adab tersebut dapat menambahkan kekyusukan kita semasa berdoa dan memenuhi amalan Nabi s.a.w semasa berdoa. Apabila cara kita betul memenuhi KPI berdoa cara Islam, insya Allah semua doa kita akan di kabulkan oleh Allah SWT.
Firman Allah SWT. bermaksud:
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepadaKu maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Aku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
(Surah al-Baqarah ayat 186).