Thursday, September 18, 2014

Saya kat mane ekk?????

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد

Allah bagi syurga kepada sesiapa yang dia sayang. Jom semak adakah kita disayangi....






Wednesday, September 17, 2014

MENGHARGAI TIAP BUTIR NASI

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد




Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya-foya. Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong.
Ada satu meja di mana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan & 2 kaleng bir di meja mereka. Saya bertanya dalam hati apa hidangan yang begtu simple dapat disebut romantis & apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tsb?
Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut & mereka menghabiskan tiap butir makanan yang ada di piring mereka.
Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja.
Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami paham bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan makanan.
"Kami yang bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak makanan yg tersisa," kata rekanku pada para wanita tua tsb. Wanita-wanita itu meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP & menelpon seseorang.
Sebentar kemudian seorang lelaki berseragam Sekuritas Sosial pun tiba. Setelah mendengar tentang sumber masalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 pd kami. Kami semua terdiam.
Petugas tsb berkata dgn suara yang galak, “PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN, UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UTK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TSB.”
Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tsb membuat kami semua malu benar, KAMI SUNGGUH HARUS MERENUNGKAN HAL INI. Kita ini dari negara yang tdk makmur-makmur amat. Untukk gengsi, kita sering pesan banyak & sering berlebihan saat menjamu orang.
PELAJARAN INI MENGAJARI KITA UNTUK SERIUS MENGUBAH KEBIASAAN BURUK KITA. “MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.”
Jadi mari mulai mengurangi pemubaziran, karena uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.
Sahabat Ummi... jangan lupa menghabiskan tiap butir nasi yang telah kita ambil, Rasulullaah Saw bahkan menganjurkan kita untuk menjilati sisa-sisa makanan yang ada di jari jemari kita, karena keberkahan mungkin saja ditemukan dari butir-butir terakhir tersebut...
Selamat makan siang...

Anda perihatin tak?

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد

By Dr.Abu Anas Madani




Orang Yang Paling Prihatin
Orang jahil, biasanya, dia akan merasakan dirinya sudah mengetahui banyak perkara.
Lalu, dia merasakan bahawa dia tidak perlu lagi belajar dan menghadiri kelas pengajian, tidak perlu mendengar, tidak perlu membaca, tidak perlu memahami, tidak perlu menghafal, tidak perlu bertanya, tidak perlu berdiskusi.
Sufyan As-Sauri rahimahullah berkata kepada murid-muridnya:
أتدرون أي الناس أحرص على العلم؟
"Tahukah kamu siapakah orang yang PALING PRIHATIN terhadap ilmu?"
Murid-muridnya diam dan tidak menjawab.
Lalu beliau berkata:
أعلمهم
"ORANG YANG PALING ALIM di kalangan mereka". [Tarikh Abi Zur'ah 1/550]
Teruskan keprihatinan terhadap ilmu dengan belajar. Jangan jadi orang jahil.
Semoga Allah keluarkan kita semua daripada gelap kejahilan kepada cahaya ilmu. 

Al-Nahl ayat 66

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد


[66]
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak itu, kamu beroleh pelajaran yang mendatangkan iktibar. Kami beri minum kepada kamu daripada apa yang terbit dari dalam perutnya, yang lahir dari antara hampas makanan dengan darah; (iaitu) susu yang bersih, yang mudah diminum, lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang meminumnya.





books here

Al-Nahl ayat 67

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد



[67]
Dan dari buah tamar (kurma) dan anggur kamu jadikan daripadanya minuman haram dan makanan serta minuman yang halal; sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang  mahu menggunakan akalnya.





Buat Arak yang diharamkan



Buat Jus yang dihalalkan 








Al-Nahl ( surah lebah )

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
اللهم صل على محمد وآل محمد



[51]
Dan Allah berfirman: "Janganlah kamu bertuhankan dua tuhan, kerana sesungguhnya Tuhan itu hanyalah Tuhan yang satu; maka kepada Akulah sahaja hendaknya kamu gerun gementar.
[52]
Dan bagiNyalah (hak milik) segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepadaNya sahaja tertentu ibadat dan ketaatan selama-lamanya; (sesudah kamu mengetahui yang demikian) maka tidaklah patut kamu takut kepada yang lain dari Allah.
[53]
Dan apa-apa nikmat yang ada pada kamu maka adalah ia dari Allah; kemudian, apabila kamu ditimpa kesusahan maka kepadaNyalah kamu meraung meminta pertolongan.
[54]
Kemudian, apabila Ia menghapuskan kesusahan itu daripada kamu, tiba-tiba sepuak di antara kamu mempersekutukan (sesuatu yang lain) dengan Tuhan mereka.
[55]
(Mereka melakukan yang demikian) kerana mereka kufur, tidak bersyukur akan nikmat-nikmat yang kami berikan kepada mereka. Oleh itu, bersenang-senanglah kamu (dengan nikmat-nikmat itu bagi sementara di dunia), kemudian kamu akan mengetahui (balasan buruk yang akan menimpa kamu).
[56]
Dan mereka (yang musyrik itu) menentukan untuk keperluan benda-benda yang mereka tidak mengetahui hal keadaannya, sebahagian dari harta-benda yang kami kurniakan kepada mereka. Demi Allah! Sesungguhnya kamu akan ditanya kelak tentang apa yang kamu ada-adakan secara dusta itu.
[57]
Dan mereka mengatakan Allah mempunyai anak-anak perempuan. Maha Suci Ia. Sedang bagi mereka pula mereka sediakan apa yang mereka sukai (anak-anak lelaki).
[58]
Dan apabila dikhabarkan kepada seseorang dari mereka bahawa ia beroleh anak perempuan, muramlah mukanya sepanjang hari (kerana menanggung dukacita), sedang ia menahan perasaan marahnya dalam hati.
[59]
Ia bersembunyi dari orang ramai kerana (merasa malu disebabkan) berita buruk yang disampaikan kepadanya (tentang ia beroleh anak perempuan; sambil ia berfikir): adakah ia akan memelihara anak itu dalam keadaan yang hina, atau ia akan menanamnya hidup-hidup dalam tanah? Ketahuilah! Sungguh jahat apa yang mereka hukumkan itu.
[60]
Bagi mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat itu, sifat yang buruk, dan bagi Allah jualah sifat yang tertinggi; dan Dia lah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
[61]
Dan kalaulah Allah menyeksa manusia disebabkan kezaliman mereka, tentulah Ia tidak membiarkan tinggal di muka bumi sesuatu makhluk yang bergerak; akan tetapi Ia memberi tempoh kepada mereka hingga ke suatu masa yang tertentu; kemudian apabila sampai tempoh mereka, tiadalah mereka akan dapat meminta dikemudiankan sesaatpun dan tidak pula mereka akan dapat meminta didahulukan.
[62]
Dan mereka mengadakan bagi Allah apa yang mereka sendiri tidak menyukainya; dalam pada itu, lidah mereka memperkatakan perkara yang dusta, (kononnya) bahawa mereka akan beroleh kesudahan yang baik di sisi Allah. Tidak syak lagi, bahawa bagi merekalah api neraka, dan bahawa merekalah orang-orang yang disegerakan (masuknya ke dalam neraka).
[63]
Demi Allah! Sesungguhnya kami juga telah mengutus Rasul-rasul kepada umat-umat yang terdahulu daripadamu (wahai Muhammad), lalu Syaitan memperelokkan pada pandangan mereka yang ingkar akan amal-amal mereka yang jahat itu; maka dia lah menjadi pemimpin mereka pada hari ini; dan mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
[64]
Dan tiadalah Kami menurunkan Al-Quran kepadamu (wahai Muhammad) melainkan supaya engkau menerangkan kepada mereka akan apa yang mereka berselisihan padanya; dan supaya menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[65]
Dan Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Ia menghidupkan dengan air hujan itu akan bumi sesudah matinya; sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi kaum yang mendengar (peringatan ini dan memahaminya).
[66]
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak itu, kamu beroleh pelajaran yang mendatangkan iktibar. Kami beri minum kepada kamu daripada apa yang terbit dari dalam perutnya, yang lahir dari antara hampas makanan dengan darah; (iaitu) susu yang bersih, yang mudah diminum, lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang meminumnya.
[67]
Dan dari buah tamar (kurma) dan anggur kamu jadikan daripadanya minuman haram dan makanan serta minuman yang halal; sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mahu menggunakan akalnya.
[68]
Dan Tuhanmu memberi ilham kepada lebah: "Hendaklah engkau membuat sarangmu di gunung-ganang dan di pokok-pokok kayu, dan juga di bangunan-bangunan yang didirikan oleh manusia.
[69]
Kemudian makanlah dari segala jenis bunga-bungaan dan buah-buahan (yang engkau sukai), serta turutlah jalan-jalan peraturan Tuhanmu yang diilhamkan dan dimudahkannya kepadamu". (Dengan itu) akan keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandungi penawar bagi manusia (dari berbagai-bagai penyakit). Sesungguhnya pada yang demikian itu, ada tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi orang-orang yang mahu berfikir.
[70]
Dan Allah yang menciptakan kamu (dari tiada kepada ada); kemudian Ia menyempurnakan tempoh umur kamu; (maka ada di antara kamu yang disegerakan matinya), dan ada pula di antara kamu yang dikembalikannya kepada peringkat umur yang lemah (peringkat tua kebudak-budakan), sehingga menjadilah ia tidak ingat akan sesuatu yang telah diketahuinya; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa.
[71]
Dan Allah telah melebihkan sebahagian dari kamu atas sebahagian yang lain pada rezeki yang dikurniakanNya; dalam pada itu, orang-orang yang diberi kelebihan itu tidak mahu memberikan sebahagian dari kelebihan hartanya kepada hamba-hamba mereka, supaya orang-orang itu dapat sama mempunyai harta. Maka mengapa mereka tergamak mengingkari nikmat Allah itu dengan perbuatan syirik?
[72]
Dan Allah menjadikan bagi kamu dari diri kamu sendiri pasangan-pasangan (isteri), dan dijadikan bagi kamu dari pasangan kamu: anak-anak dan cucu-cicit, serta dikurniakan kepada kamu dari benda yang baik lagi halal; maka patutkah mereka (yang ingkar itu) percaya kepada perkara yang salah (penyembahan berhala), dan mereka kufur pula akan nikmat Allah?
[73]
Dan mereka menyembah benda-benda yang lain dari Allah, yang tidak berkuasa memberikan mereka sebarang rezeki pemberian dari langit dan bumi, dan mereka pula tidak berdaya sama sekali mendapat kuasa itu.
[74]
Oleh itu, janganlah kamu mengadakan sesuatu yang sebanding dengan Allah, kerana sesungguhnya Allah mengetahui (setakat mana buruknya perbuatan syirik kamu) sedang kamu tidak mengetahuinya.
[75]
Allah memberikan satu misal perbandingan: Seorang hamba abdi yang menjadi milik orang, yang tidak berkuasa melakukan dengan bebasnya sesuatupun; dan seorang lagi (yang merdeka) yang Kami kurniakan kepadanya pemberian yang baik (harta kekayaan) dari Kami, maka dia pun membelanjakan hartanya dengan bebasnya, sama ada secara bersembunyi atau terbuka, adakah kedua orang itu sama? Segala puji tertentu bagi Allah (dan Allah jualah yang berhak disembah), tetapi kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui (hakikat tauhid itu).

Tatacara menegur

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد



Dari wall Dato' Ust Tuan Ibrahim Tuan Man;
Wahai anakku,
Sebelum menegur, tanyalah diri apakah niat menegur engkau. Jika niatnya adalah untuk menjaga ego sendiri, batalkan niat menegur tersebut. Jika niatmu adalah untuk menghukum pihak yang tidak bersetuju dengan kamu, batalkanlah niat menegur itu. Jika niatmu adalah untuk memalukan orang, lagilah perlu dibatalkan niat kamu. Jikalau niatmu adalah untuk menunjukkan sendiri lebih pandai, batalkan niatmu. Jikalau niatmu untuk merendahkan pihak lawan, batalkanlah juga niatmu. Jikalau niatmu untuk lawan, untuk menunjukkan kebodohan, batalkan niatmu. Jikalau engkau tidak pasti kebenaran dalam teguran yang engkau niatkan itu, tangguhkan dulu teguran kamu.
Wahai anakku,
Bukan tidak boleh membuat teguran. Tapi buatlah teguran yang bersifat membina. Buatlah teguran yang bersifat mendidik dan menginsafkan. Buatlah teguran yang memberi harapan. Buatlah teguran selepas mendapat kebenaran dan perspektif yang betul. Sesungguhnya buatlah teguran demi tanggungjawabmu kepada Allah dan bukannya kerana manusia dan maruahmu.
Wahai anakku,
Jagalah maruah pihak yang hendak ditegur. Tegurlah pada isu yang ada di tangan. Jangan sesekali engkau cuba membangkitkan perkara yang lepas-lepas kerana ia akan merosakkan teguran yang diniatkan baik oleh engkau.
Wahai anakku,
Semasa membuat teguran, ingatlah manusia ini tidaklah sempurna walaupun sempurna ciptaan Allah. Ingatlah manusia depanmu itu pernah juga berbuat baik dan berkata-kata yang baik. Buatlah teguran tanpa buruk sangka pada manusia di depanmu. Buangkan segala buruk sangka pada manusia di depanmu. Tunjukkan belas kasihan-mu. Tunjukkan sifat penyayangmu. Tutupilah egomu. Dan jagalah kata-katamu dan ayat-ayatmu.
Wahai anakku,
Jangan pula engkau ingat hanya kau yang layak menegur orang dan orang yang ditegurmu itu mesti akur dan terima teguranmu. Jangan engkau ingat mereka akan membisu menerima segala teguran kamu tanpa dijawab. Jangan engkau ingat engkau sahaja betul dalam teguranmu. Bersedialah berlawan dengan hujah. Jika engkau kasar
dalam bahasa teguranmu, bersedialah menerima balik kekasaran yang serupa atau lebih buruk.
Wahai anakku,
Menegur itu mudah. Menerima teguran itu payah. Engkau memahami perkara itu di dalam jiwa tapi akibat bisikan syaitan dan egomu kamu sering terlupa yang menerima teguranmu itu juga seorang manusia ciptaan Allah.
Bisikan syaitan menyebabkanmu merasakan diri lebih tinggi ketika menegur. Egomu menyebabkan kamu terasa diserang tanpa sebab ketika ditegur sebelum menilai teguran yang diterima samada benar mahupun palsu.
Wahai anakku,
Beradablah ketika menegur. Dan bersabarlah ketika ditegur kerana engkau akan saling memainkan watak ini dalam hidup kamu. Pentingkan membimbing dan memberi harapan daripada mencari salah dan menghukum dalam teguranmu. Dan pentingkan kebenaran dan nilai bersyukur ketika ditegur kerana ada yang sanggup memberi pandangan untuk membaiki diri.