Monday, October 20, 2014

PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TIDAK BAIK BAGI KESEHATAN

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد




1. MARAH selama 5 menit : sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.
2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN: imun tubuh kita mati. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan/ penyumbatan pembuluh darah).
3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.
4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
10. Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.
12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
13. Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Ayo kita ganti kebiasaan-kebiasaan berperasaan negatif tersebut dengan banyak berdzikir dan bersyukur atas segala yang Allah berikan untuk hidup kita! 
Sumber: Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru Emoto)

Sunday, October 19, 2014

Surat kepada atheis

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
 اللهم صل على محمد وآل محمد


Dear Atheists,
Your body is a whole city, a whole other world, At this moment, there are trillions of cells in your body that are at your service.
All of them carry out a great number of processes without your even being aware of them. How is that trillions of cells come together, know what to do and co-operate to function? Moreover, no trouble arises during these processes, which take place with an extraordinary speed. No cell attempts to do another’s task or refuses to perform its own task.
All these features by chance?
At the center of the human cardiovascular system is the heart. The human heart is a muscular organ that is a bio engineering marvel. It works flawlessly, 24/7, throughout the lifetime of each individual.
Did the heart acquire all these features by chance?
Have you ever wondered how many megapixels our eyes are capable of? 576 megapixels. That is 30 times better than any HDTV. It is similar to a computer screen running with a resolution of 32,000 x 18,000.
By Chance?
The human brain takes in all the colors and objects you see, the temperature around you, the pressure of your feet against the floor, the sounds around you, the dryness of your mouth, even the texture of your keyboard. Your brain holds and processes all your emotions, thoughts and memories. At the same time your brain keeps track of the ongoing functions of your body like your breathing pattern, eyelid movement, hunger and movement of the muscles in your hands.
Created by Chance?
A computer program is made up of ones and zeros, like this: 110010101011000. The way they are arranged tell the computer program what to do. The DNA code in each of our cells is very similar. It's made up of four chemicals that scientists abbreviate as A, T, G, and C. These are arranged in the human cell like this: CGTGTGACTCGCTCCTGAT and so on. There are three billion of these letters in every human cell!!
By Chance, is it?

sumber The scientific miracles of Islam

Program sentuh anjing- apa kata MAZA

بسم الله الرحمن الرحيم
 Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
اللهم صل على محمد وآل محمد




ANJING DAN ISU MASYARAKAT MALAYSIA
Dalam masyarakat yang rencam agama dan budaya, pelbagai perkara sensitive mudah timbul. Di zaman teknologi maklumat, bermacam sudut pandang akan muncul. Sememang inilah reality masyarakat ‘era baru’ kini yang mempunyai pelbagai dimensi dan perspective baru yang tidak dimiliki oleh generasi yang hidup dalam era yang lepas.
Ada yang kata anjing binatang yang dimusuhi oleh Islam. Ada yang kata perbuatan memegang anjing diharamkan oleh Islam. Ada pula yang kata apa salahnya kita membela anjing macam orang lain. Macam-macam lagi yang ditimbulkan. Ada yang berdasar fakta, ada berdasar emosi.
Ramai yang meminta saya mencoretkan sesuatu tentang anjing pada pandangan muslim. Dalam ruang yang terbatas ini, saya ingin sebutkan secara ringkas isu-isu berikut;
Samakan Dengan Anjing
Walaupun manusia mempunyai pelbagai latar budaya dan agama, namun secara umumnya kesemua masyarakat menganggap menyamakan mana-mana individu dan pihak dengan anjing merupakan satu penghinaan. Sekalipun masyarakat Barat ramai yang menganggap ‘a dog is a man’s best friend’ namun jika kita berkata ‘you are like a dog’ ia merupakan satu penghinaan. Jika pun ada yang memahami dengan maksud kesetiaan ataupun loyalty namun ia bermaksud kesetiaan yang membuta tuli.
Al-Quran juga menjadikan anjing sebagai satu perumpamaan yang buruk bagi golongan ulama penjilat dunia yang menjual prinsip kebenaran demi kepentingan diri. Firman Allah: (maksudnya) “Dan bacakanlah kepada mereka (Wahai Muhammad), khabar berita seorang yang Kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat Kami. Kemudian dia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya, lalu dia diikuti oleh syaitan, maka dia dari kalangan yang sesat. Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami angkat kedudukannya dengan (berpegang) ayat-ayat itu, tetapi dia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya, ia menghulurkan lidahnya, dan jika Engkau membiarkannya, ia juga menghulurkan lidahnya. Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir (Surah al-’Araf: 175-176).
Jadi, jika masyarakat muslim sensitive apabila mereka ataupun amalan mereka dibandingkan dengan anjing, maka itu memang sepatutnya. Mereka yang membuat apa-apa provokasi dalam hal yang seperti itu memang membuat onar dan ingin menimbul permusuhan dengan masyarakat muslim tanpa sebab. Perbuatan itu merosakkan keharmonian masyarakat di negara ini.
Islam Benci Anjing?
Ada orang bertanya pula, jadi apakah Islam membenci anjing dan melarang muslim berbuat baik kepada binatang berkenaan?
Dalam al-Quran Allah menceritakan tentang anjing yang mengiring para pemuda al-Kahfi dan turut bersama mereka semasa berjuang menghadapi rejim yang zalim pada zaman mereka. Firman Allah: (maksudnya) “dan engkau sangka mereka sedar, padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri; sedangkan anjing mereka menghulurkan dua kaki depannya dekat pintu gua; jika engkau melihat mereka, tentulah engkau akan berpaling melarikan diri dari mereka, dan tentulah engkau akan merasa amat gerun takut kepada mereka.” (Surah al-Kahfi, ayat 18).
Anjing tersebut menjadi binatang yang bersahabat dengan para pejuang kebenaran. Anjing itu lambang kemuliaan. Sesetengah riwayat yahudi menamakan anjing itu ‘qidmir’.
Sementara dalam hadis pula, Nabi s.a.w bersabda: “Diampunkan dosa seorang pelacur yang melintasi seekor anjing yang berada di tepi sebuah telaga yang lidahnya terjelir. Hampir kehausan membunuhnya. Maka pelacur itu pun menanggalkan kasutnya, lalu dia ikat kasut itu dengan tudungnya lantas dia menceduk air untuk anjing tersebut. Dia diampunkan disebabkan kejadian itu” (Riwayat al-Bukhari).
Betapa seorang pelacur yang buruk sekalipun diampuni dosanya oleh Allah kerana dengan ikhlas memberikan minum kepada seekor anjing. Bagaimana mungkin untuk kita menganggap bahawa Islam tidak menilai sebagai satu perbuatan yang baik jika muslim memberi makan dan minum kepada anjing?!! Jika ada orang muslim yang memberi makan kepada anjing patutlah dipuji.
Bolehkah muslim memiliki anjing?
Dalam al-Quran, Allah menyebut: (maksudnya) “Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad): "Apakah (makanan) yang dihalalkan bagi mereka?" bagi menjawabnya: "Dihalalkan bagi kamu (memakan) yang baik-baik, dan (buruan ang ditangkap oleh) binatang-binatang pemburu yang telah kamu ajar (untuk berburu) mengikut cara pelatih-pelatih binatang pemburu. Kamu mengajar serta melatihnya (adab peraturan berburu) sebagaimana yang telah diajarkan Allah kepada kamu, oleh itu makanlah dari apa yang mereka (binatang-binatang buruan) itu tangkap untuk kamu dan sebutlah nama Allah atasnya (ketika kamu melepaskannya berburu); dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha cepat hitungan hisabNya" (Surah al-Maidah, ayat 4)
Binatang pemburu yang biasa digunakan ialah anjing. Kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibn Kathir dan selainnya akan menyebut anjing sebagai pemburu utama. Juga perkataan mukallibin dalam ayat ini boleh bermaksud tuan-tuan empunya anjing seperti yang disenarai oleh al-Imam Ibn al-Jauzi ( meninggal 597H) dalam Zad al-Masir.
Ertinya, muslim memiliki anjing buruan. Demikian dia boleh memiliki anjing yang menemaninya berjalan atau menjaga keselamatan rumah seperti anjing Ashab al-Kahfi yang disebutkan tadi.
Bolehkah Muslim Menyentuh Anjing?
Ada pula yang cuba menyatakan haram memegang anjing kerana najis. Kalau kerana ia najis haram dipegang, maka haram juga seseorang menyentuh najis dirinya, ataupun anaknya ataupun sesiapa di bawah jagaannya ketika membersihkannya. Haramlah juga mereka yang berkerja yang membabitkan bahan-bahan bernajis seperti mencuci tandas ataupun darah ataupun nanah dan lain-lain. Begitu juga dengan doctor veterinar. Maka itu kesimpulan hukum yang cetek. Maka TIDAK HARAM menyentuh anjing.
Najis boleh disentuh tetapi hendaklah dibasuh apabila kita hendak beribadat ataupun berurusan dengan masyarakat. Menyentuh anjing yang kering sepakat ulama tidak najis. Menyentuh anjing basah khilaf pendapat dalam kalangan sarjana. Mazhab Syafie agak tegas dalam hal ini. Namun, pendapat-pendapat mazhab lain lebih luas dan mudah. Sebahagian fuqaha hanya membataskan najis anjing itu hanya jilatannya kerana itu sahaja yang disebut dalam hadis : “Apabila anjing menjilat bekas seseorang kamu, maka basuhlah sebanyak tujuh kali. Salah satunya dengan tanah” (Riwayat al-Bukhari).
Mazhab Malik bin Anas pula paling longgar dan luas berhubung dengan anjing.
Memelihara Anjing Dalam Rumah?
Adapun memelihara anjing dalam rumah tanpa sebab adalah tidak digalakkan oleh Islam. Nabi s.a.w bersabda: “Sesiapa yang memelihara anjing kecuali anjing buruan ataupun ternakan (menjaga ternakan) maka berkurangan pahalanya setiap hari sebesar qirat (Bukit Uhud)” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadis ini, maka sekurang-kurangnya memelihara anjing tanpa sebab yang disebutkan berada pada hukum makruh. Ada ulama yang mengharamkan. Namun hadis di atas tidak menyebut dosa, tetapi pengurang pahala sahaja. Maka, hukum makruh dipilih oleh sebahagian fuqaha. Hikmahnya, mungkin atas beberapa sebab yang berkaitan kerohanian dan kemasyarakat.
Islam menyuruh kita mengalukan tetamu. Bukan semua orang suka dengan anjing. Baunya dan juga salakannya boleh menakutkan sesetengah orang. Sesiapa yang pernah pergi ke rumah pemelihara anjing, atau menaiki kenderaan yang ada anjing dia akan tahu baunya yang bukan semua orang dapat bertahan. Salakan anjing dan bulu-bulu di sana-sini bagaikan tidak mengalu-alukan tetamu. Sedangkan Islam agama kemasyarakatan dan hubungan baik antara jiran, saudara-mara dan sahabat handai.
Dari segi keselamatan dan kesihatan juga mempunyai kemerbahayaannya. Gigitan anjing, najis serta jilatannya merbahaya. Banyak research yang telah dibuat tentang hal ini. Apabila Islam cuba mengelakkan bahaya anjing yang dipelihara dalam rumah dengan melarang penganutnya berbuat demikian, bukan itu bererti penindasan terhadap anjing. Betapa banyak binatang yang manusia elakkan dari menghampirinya kerana kemerbahayaannya. Itu semua bukan bererti penindasan atau kekejaman!
Dalam hadis tadi, Nabi s.a.w: “Apabila anjing menjilat bekas seseorang kamu, maka basuhlah sebanyak tujuh kali. Salah satunya dengan tanah” (Riwayat al-Bukhari).
Untuk mengelakkan jilatan anjing yang sentiasa menjelir lidah, yang dianggap najis dari segi agama dan juga bahaya dari segi scientific maka Islam melarang untuk kita memelihara anjing di dalam rumah tanpa alasan yang diizinkan.
Maka ini ringkasan yang sempat saya coretkan petang ini berhubung dengan sisi pandangan nas-nas Islam berkaitan dengan anjing.


Ini pulak ulasan dari e-fatwa JAKIM- klik

Resepi kejayaan

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
اللهم صل على محمد وآل محمد



5 cawan solat setiap hari

Dos tetap alquran

Hidangan sabar yang banyak

Sepenuh tangkai doa

Sedikit tawakkal

1 sudu kepuasan

Banyakkan sedekah

NOta: Adunkan semua dan tunggu hasilnya. Insyaallah.

sumber -pure matrimony

Tamak yang tak pernah habis

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh
اللهم صل على محمد وآل محمد



Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْهُومَانِ لَا يَشْبَعَانِ: مَنْهُومٌ فِي عِلْمٍ لَا يَشْبَعُ، وَمَنْهُومٌ فِي دُنْيَا لَا يَشْبَعُ


“Dua ketamakan yang tidak pernah kenyang: ketamakan 
 terhadap ilmu tidak pernah kenyang, dan ketamakan terhadap dunia tidak pernah kenyang.”
[Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahîh Al-Jamî’]