Tuesday, December 11, 2012

Ujub dan ghurur penghapus pahala

Bismillahirrahmanirrahim. Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh





Penyakit ghurur yang menimpa para murobbi, ahli ibadah dan orang-orang zuhud, tidak kalah bahayanya dari yang menimpa para politikus.

 Penyakit ini bermula dari kekaguman terhadap diri dan perasaan bahwa mereka lebih utama dari lainnya.

 Sebab, kadang mereka menjadi orang yang paling bertakwa, bersih, beribadah dan wara' (berhati-hati dalam hal-hal yang masih syubhat).

 Perasaan ini dapat mengantar pada akibat yang mengerikan, reaksi yang tidak baik, bahkan terkadang dapat mengeluarkan pemiliknya dari bingkai keimanan.

 Karena itu, hendaklah orang-orang yang tertipu dan bangga terhadap diri itu mendengarkan sabda Rasulullah saw yang berbunyi,

 "Tiga perkara yang membinasakan: bakhil yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan kekaguman seseorang terhadap diri sendiri." (HR. Ath-Thabrani)

 Dalam hadits lain Rasulullah juga pernah bersabda,

 "Andaikata kamu tidak berbuat dosa, maka aku khawatir terhadap kamu apa yang lebih besar daripada itu, yaitu sifat ujub." (HR. Ibnu Hibban, dan Baihaqi, sedang Bukhari mengingkarinya).

 Mutharif pernah berkata,
 "Saya tidur semalaman, dan bangun pada pagi hari dalam keadaan menyesal, lebih aku cintai daripada aku bangun malam (shalat malam) dan di pagi harinya aku merasa bangga (ujub)."

 Aisyah pernah ditanya, "Kapan seseorang dianggap berbuat jahat (berdosa)?" Ia menjawab, "Bila menyangka telah berbuat baik.'".

 [Al-Mutasaaqithuuna 'ala Thariiq Ad-Da'wah, ustadz Fathi Yakan]

Post a Comment