Sunday, April 26, 2015

Mintak ampun biar jelas

بسم الله الرحمن الرحيم Assalaamu Alaykum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh اللهم صل على محمد وآل محمد


Intisari Tauhid [164]
TENTANG (BERDOA DENGAN) UCAPAN: YA ALLAH, AMPUNILAH SAYA JIKA ENGKAU MENGHENDAKI
Dalam Ash-Shahîh dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, (beliau berkata) bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، لِيَعْزِمِ المَسَأَلَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا مُكْرِهَ لَهُ
“Janganlah ada seseorang dari kalian yang berdoa (dengan mengatakan), ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau meng¬hendaki,’ atau mengatakan, ‘ Ya Allah rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki,’ tetapi hendaklah ia berkeinginan kuat dalam permohonan itu karena sesungguhnya tiada sesuatu pun yang memaksa Allah untuk berbuat sesuatu.”
Dalam riwayat Muslim (disebutkan),
وَلِيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ
“Dan hendaklah ia memper¬besar keinginannya karena sesungguhnya Allah tidak akan memberatkannya dengan sesuatu yang (Allah) berikan.”118
Tatkala ucapan “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau meng¬hendaki” menunjukkan melemahnya keinginan dan sedikitnya perhatian terhadap apa yang dimintanya, serta tidak merasa perlu terhadap Allah dari satu sisi. Sementara itu ia mengesankan bahwa Allah Ta’âlâ telah didesak oleh sesuatu untuk melakukan apa-apa yang dilakukan-Nya. Maka dalam dua perkara yang dilarang ini terdapat pertentangan ter¬hadap tauhid. Karena itulah sudah sepantasnya untuk membuat bab ini dalam kitab tauhid.
Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam melarang untuk menggantungkan permohonan maghfirah (ampunan) dan rahmat dari Allah kepada kehendak Allah, dan menyuruh untuk bersungguh-sungguh dalam meminta dengan tidak menggantungkan permintaan tersebut, serta sekaligus memberi alasan akan hal tersebut bahwa menggantungkan permintaan kepada Allah pada kehendak-Nya akan mengesankan bahwa Allah diberatkan oleh sesuatu berupa keperluan makhluk-Nya, atau dipaksa oleh sesuatu untuk memenuhi keperluan tersebut, padahal hal ini menyelisihi kebenaran karena Allah adalah Maha Kaya dan Maha Terpuji serta Maha melakukan keinginan-Nya.
Sebagaimana juga hal itu akan memunculkan perasaan akan adanya keputusasaan hamba dalam meminta dan perasaan tidak perlu terhadap Rabb-nya. Padahal dia tidak boleh merasa tidak perlu kepada Allah, walau sekejap mata pun.
Bahwa dalam hadits ini terdapat larangan untuk menggantungkan pemintaan maghfirah dari Allah kepada kehendak-Nya dan penjelasan sebab larangan tersebut.
Faedah Hadits
1. Larangan menggantungkan permintaan dari Allah, kepada kehendak-Nya, dan perintah untuk meminta kepada Allah secara mutlak (lepas), tanpa ada ikatan (pembatasan).
2. Menyucikan Allah terhadap segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya, luasnya keutamaan Allah, kesempurnaan kekayaan-Nya, juga kedermawanan serta kebaikan-Nya Subhânahu wa Ta’âla.
[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]
Fb: Dzulqarnain M. Sunusi - dzulqarnain.net
Post a Comment